Ahliqq, juga dikenal sebagai Ahl al-Qiblah, adalah sebuah konsep yang berakar pada teologi Islam kuno yang terus relevan di zaman modern. Istilah Ahliqq diterjemahkan menjadi “Orang-orang Kiblat,” mengacu pada orang-orang yang menghadap Ka’bah di Mekah selama shalat. Konsep ini telah berkembang selama berabad-abad untuk mencakup pemahaman yang lebih luas tentang persatuan dan solidaritas Islam.
Asal usul Ahliqq dapat ditelusuri kembali ke masa awal Islam, ketika Nabi Muhammad menghadapi tentangan dari berbagai suku dan faksi di Mekkah. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, Nabi menekankan pentingnya persatuan di kalangan umat Islam, tanpa memandang latar belakang suku atau sosial mereka. Gagasan persatuan dalam menghadapi kesulitan meletakkan dasar bagi konsep Ahliqq.
Ketika Islam menyebar ke seluruh Jazirah Arab dan sekitarnya, konsep Ahliqq memperoleh makna dan interpretasi baru. Dalam teologi Islam abad pertengahan, Ahliqq dikaitkan dengan gagasan ortodoksi dan kepatuhan terhadap ajaran Al-Qur’an dan Nabi. Mereka yang menganut keyakinan dan praktik yang benar dianggap sebagai bagian dari Ahliqq, sedangkan mereka yang menyimpang dianggap berada di luar komunitas.
Di zaman modern, Ahliqq terus menjadi konsep yang relevan dalam wacana Islam. Di dunia yang ditandai dengan perpecahan dan konflik, gagasan persatuan dan solidaritas di kalangan umat Islam menjadi lebih penting dari sebelumnya. Ahliqq mengingatkan umat beriman akan pentingnya berkumpul sebagai sebuah komunitas, meskipun ada perbedaan budaya, suku, atau sekte.
Salah satu contoh relevansi Ahliqq di masa kini dapat dilihat dalam respons terhadap meningkatnya Islamofobia dan sentimen anti-Muslim baru-baru ini. Dalam menghadapi diskriminasi dan prasangka, umat Islam di seluruh dunia bersatu untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan satu sama lain. Melalui inisiatif seperti dialog antaragama, penjangkauan komunitas, dan advokasi keadilan sosial, umat Islam mewujudkan prinsip-prinsip Ahliqq dalam tindakan mereka.
Kesimpulannya, konsep Ahliqq telah berkembang dari akarnya yang kuno menjadi simbol persatuan dan solidaritas yang kuat di dunia modern. Ketika umat Islam menghadapi tantangan dan peluang baru, gagasan untuk bersatu sebagai komunitas umat beriman tetap relevan dan penting. Dengan menganut prinsip Ahliqq, umat Islam dapat menumbuhkan rasa solidaritas dan rasa memiliki yang melampaui perbedaan serta mempererat tali persaudaraan dalam Islam.
